🕌 Meningkatkan Motivasi dan Kualitas Hafalan Al-Qur'an melalui "Kartu Tahfidz" di SMP Muhammadiyah Cikelet

Pendidikan Islam, khususnya program Tahfidz Al-Qur'an, memegang peranan vital dalam pembentukan karakter siswa. Di SMP Muhammadiyah Cikelet, inisiatif inovatif telah diterapkan untuk mengoptimalkan proses menghafal dan pemahaman tajwid, yaitu dengan penggunaan Kartu Tahfidz. Kartu ini bukan sekadar alat pencatat, tetapi merupakan instrumen motivasi dan evaluasi yang terstruktur, menghubungkan usaha harian siswa dengan penghargaan tahunan yang bergengsi.


📚 Kartu Tahfidz: Motivasi Harian dan Kontrol Kualitas

Kartu Tahfidz di SMP Muhammadiyah Cikelet dirancang sebagai buku kendali pribadi bagi setiap siswa. Fungsinya mencakup dua aspek utama: motivasi menghafal dan kontrol kualitas tajwid. Berikut link video test tahfidz yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Cikelet

https://youtu.be/KZ5xhOzhvFU?si=LRyKJ7Gkusq1aeAI

1. Mendorong Kedisiplinan Menghafal

Setiap Kartu Tahfidz memiliki kolom-kolom yang spesifik untuk mencatat kemajuan hafalan siswa, biasanya berdasarkan urutan juz (misalnya, dimulai dari Juz 30, kemudian Juz 29, dan seterusnya).

  • Pencatatan Rutin: Siswa wajib menyetorkan hafalan secara rutin kepada guru atau musyrif/musyrifah Tahfidz. Setiap setoran yang berhasil divalidasi dan memenuhi standar minimal akan dicatat dan ditandatangani di kartu tersebut.

  • Visualisasi Kemajuan: Kartu ini memberikan representasi visual yang jelas tentang seberapa banyak bagian Al-Qur'an yang telah dihafal. Melihat kolom-kolom yang terisi penuh menjadi sumber kepuasan intrinsik dan mendorong siswa untuk terus maju. Hal ini menciptakan gamifikasi sederhana dalam proses pembelajaran.

2. Meningkatkan Pemahaman Tajwid

Aspek penting dari Kartu Tahfidz adalah penekanan pada kualitas hafalan, bukan hanya kuantitas. Dalam proses penyetoran (tasmi'), guru Tahfidz tidak hanya mendengarkan kebenaran ayat, tetapi juga ketepatan tajwid dan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf).

  • Kolom Penilaian Tajwid: Seringkali, kartu dilengkapi dengan kolom khusus untuk catatan tajwid atau penilaian kelancaran (talaqqi). Jika terdapat kesalahan tajwid, siswa diminta mengulang bagian tersebut hingga benar sebelum diizinkan mencatat kemajuan.

  • Standarisasi Kualitas: Melalui interaksi intensif dengan guru saat penyetoran, siswa secara bertahap memperbaiki kualitas bacaannya. Hal ini memastikan bahwa hafalan tidak hanya ada tetapi juga benar sesuai kaidah ilmu Tajwid.


🏅 Proses Pengetesan dan Apresiasi Tahunan

Puncak dari program Tahfidz ini adalah Wisudawan/Wisudawati Tahfidz tahunan. Acara ini menjadi momentum berharga yang menghubungkan kerja keras siswa selama setahun dengan apresiasi publik.

1. Pengetesan Komprehensif

Siswa yang telah menyelesaikan target hafalan juz tertentu (misalnya, seluruh Juz 30, Juz 29, dan seterusnya) akan mengikuti ujian komprehensif.

  • Ujian Hifz (Hafalan): Siswa akan dites secara acak pada ayat-ayat di juz yang telah mereka klaim hafal. Penilaian ketat meliputi kelancaran, mutqin (kemantapan), dan kemampuan menyambung ayat secara spontan.

  • Ujian Tajwid: Aspek tajwid dievaluasi secara terpisah, baik melalui praktik membaca (dengan melihat Al-Qur'an) maupun melalui hafalan yang telah disetorkan.

  • Penilaian Lulus: Hanya siswa yang memenuhi standar kelulusan tinggi, baik dari segi kuantitas hafalan maupun kualitas tajwid, yang berhak diwisuda.

2. Penghargaan yang Memotivasi

Acara Wisudawan/Wisudawati Tahfidz menjadi platform untuk memberikan penghargaan formal kepada para penghafal Al-Qur'an. Penghargaan ini menjadi motivasi ekstrinsik yang sangat kuat bagi seluruh siswa.

  • Sertifikat dan Piagam Penghargaan: Diberikan sebagai bukti resmi pencapaian hafalan juz.

  • Plakat atau Medali: Diberikan kepada siswa dengan prestasi hafalan tertinggi atau hafalan yang paling mutqin (paling mantap).

  • Pengakuan Publik: Upacara wisuda yang dihadiri oleh orang tua, guru, dan tokoh masyarakat memberikan rasa bangga dan pengakuan sosial yang tinggi.

🌟 Dampak Positif Kartu Tahfidz

Penggunaan Kartu Tahfidz di SMP Muhammadiyah Cikelet memberikan beberapa manfaat signifikan:

  1. Akuntabilitas: Menciptakan akuntabilitas antara siswa, guru, dan orang tua terhadap target hafalan.

  2. Transparansi: Orang tua dapat memantau langsung perkembangan hafalan anak melalui kartu tersebut.

  3. Budaya Penghargaan: Menanamkan budaya bahwa menghafal Al-Qur'an adalah prestasi yang layak dirayakan dan dihargai setinggi-tingginya.

  4. Peningkatan Kualitas: Menjamin bahwa target hafalan dicapai dengan kualitas tajwid yang benar, bukan sekadar mengejar kuantitas.

Secara keseluruhan, Kartu Tahfidz adalah solusi pedagogis yang efektif, mengubah proses menghafal Al-Qur'an yang panjang menjadi serangkaian pencapaian harian yang terukur dan terarah menuju puncak apresiasi tahunan. Ini memperkuat komitmen SMP Muhammadiyah Cikelet dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga unggul dalam spiritualitas.https://www.tiktok.com/@smpmcikelet?_r=1&_t=ZS-91srhCX7KwK

Penggunaan Kartu Sholat Sebagai Langkah Nyata Meningkatkan Kedisiplinan Murid Dalam Menjalankan Ibadah Sholat Dzuhur Berjamaah di SMP Muhammadiyah Cikelet.



Penggunaan kartu sholat di SMP Muhammadiyah Cikelet merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan kedisiplinan murid dalam menjalankan ibadah sholat. Kartu sholat ini berfungsi sebagai alat bantu yang praktis dan efektif dalam memantau pelaksanaan sholat berjamaah maupun sholat pribadi murid di lingkungan sekolah. Dalam implementasinya, setiap murid diberikan kartu sholat setelah melaksanakan sholat berjamaah, yang nantinya sebagai syarat masuk ke kelas sehabis sholat dzuhur berjamaah.Bapak/Ibu pembimbing mengarahkan murid untuk sholat berjamaah. Sehabis sholat dilanjutkan dengan dzikir dan tausiah singkat. Melalui sistem ini, dijadikan motivasi agar murid lebih disiplin, bertanggung jawab, dan merasa dihargai atas partisipasinya dalam kegiatan keagamaan. Selain itu, penggunaan kartu sholat ini juga diintegrasikan dalam berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis keislaman. Guru dan pengurus sekolah berperan aktif dalam mengedukasi dan memotivasi murid mengenai pentingnya konsistensi dalam menjalankan ibadah sholat, serta memanfaatkan kartu ini sebagai media evaluasi perilaku keagamaan mereka. Secara tidak langsung, penerapan kartu sholat membantu membangun suasana religius yang harmonis di lingkungan sekolah, memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan antar murid, serta meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam kegiatan keagamaan secara rutin. Dengan demikian, keberadaan kartu sholat di SMP Muhammadiyah Cikelet tidak hanya sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter dan spiritualitas murid untuk membentuk generasi yang taat dan berakhlak mulia.

Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 1446H dengan Tema Penguatan Puasa kepada Siswa: Membangun Karakter dan Kedisiplinan

 

Penguatan Puasa kepada Siswa: Membangun Karakter dan Kedisiplinan

Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak manfaat, tidak hanya dari segi spiritual tetapi juga dalam pembentukan karakter. Bagi siswa, penguatan puasa dapat menjadi sarana efektif untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, SMP & SMK Muhammadiyah Cikelet melakukan strategi khusus dalam membimbing siswa agar dapat menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan dengan di adakannya pengajian Qobla Ramadhan yang di isi oleh Penceramah Ketua Cabang Muhammadiyah Pameungpeuk.

1. Pendidikan dan Pemahaman tentang Puasa

Langkah pertama dalam penguatan puasa kepada siswa adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai makna dan tujuan puasa. Guru dan orang tua harus menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Penjelasan ini bisa diberikan melalui ceramah, diskusi, atau cerita inspiratif tentang manfaat puasa.

2. Memberikan Teladan yang Baik

Siswa akan lebih mudah memahami dan menjalankan puasa jika mereka melihat contoh nyata dari guru dan orang tua. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua harus memberikan teladan dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Sikap sabar, jujur, dan disiplin selama berpuasa akan menjadi inspirasi bagi siswa untuk mengikuti jejak yang baik.

3. Menanamkan Nilai Kesabaran dan Kedisiplinan

Puasa mengajarkan siswa untuk bersabar dalam menghadapi tantangan, baik dalam bentuk lapar, haus, maupun emosi. Selain itu, puasa juga melatih mereka untuk disiplin dalam menjalankan ibadah, seperti sahur, berbuka, dan shalat tepat waktu. Dengan membiasakan pola hidup yang teratur selama Ramadhan, siswa akan terbiasa untuk menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

4. Membangun Kepedulian Sosial

Puasa juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. Kegiatan berbagi, seperti sedekah atau berbuka puasa bersama anak yatim, dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami arti kebersamaan dan kepedulian.

5. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan sekolah dan rumah yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penguatan puasa kepada siswa. Di sekolah, guru dapat memberikan aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaga serta menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa tetap semangat berpuasa. Sementara di rumah, orang tua bisa memberikan dukungan dengan menyediakan menu sahur dan berbuka yang sehat serta memberikan motivasi kepada anak-anak mereka.


 

Donasi Siswa dan Penyaluran untuk Korban Kebakaran: Wujud Kepedulian dan Menanamkan Sikap Berbagi

 

Donasi Siswa dan Penyaluran untuk Korban Kebakaran: Wujud Kepedulian dan Menanamkan Sikap Berbagi

Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Sawah Bera Desa Tipar Kecamatan Cikelet-Garut telah menyebabkan 2 rumah hangus terbakar tanpa sisa, dan 2 rumah terdampak kebakaran tersebut. Keluarga korban kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Dalam upaya membantu meringankan beban para korban, IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah Cikelet berinisiatif mengadakan aksi donasi kepada para siswa sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

 Aksi Donasi dari Siswa

Kegiatan penggalangan dana ini melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Mereka mengumpulkan berbagai bentuk bantuan, seperti uang tunai, Perlengkapan makan minum, serta bahan makanan. Donasi ini dikumpulkan melalui kegiatan, seperti penggalangan dana di sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya saling membantu dan menanamkan nilai sosial kepada siswa.

Dukungan dari Pihak Sekolah dan Orang Tua

Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini dan turut membantu dalam menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. Selain itu, orang tua siswa juga ikut berpartisipasi dengan memberikan bantuan serta mendukung anak-anak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan sosial ini.

Harapan untuk Korban Kebakaran

Melalui aksi donasi ini, diharapkan para korban kebakaran dapat merasakan kepedulian dari masyarakat sekitar, khususnya dari para siswa yang dengan tulus ingin membantu. Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menggantikan sepenuhnya kerugian yang dialami, tetapi setidaknya bisa meringankan beban dan memberikan semangat untuk bangkit kembali.

Aksi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa rasa empati dan kepedulian dapat tumbuh sejak dini, dan dengan bersama-sama, kita dapat membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi dan membantu sesama.

 

 

Pengertian Kurikulum Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional


Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan. Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Pengertian kurikulum berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) adalah sebagai berikut:

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kurikulum dapat diartikan sebagai seperangkat dokumen yang berisi perencanaan dan pengaturan tentang tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum memiliki beberapa komponen, yaitu:

  • Tujuan kurikulum adalah sasaran yang ingin dicapai oleh kurikulum. Tujuan kurikulum dapat bersifat umum, seperti tujuan pendidikan nasional, atau bersifat khusus, seperti tujuan pembelajaran.
  • Isi kurikulum adalah materi yang harus dipelajari oleh peserta didik untuk mencapai tujuan kurikulum. Isi kurikulum dapat berupa mata pelajaran, muatan lokal, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  • Bahan pelajaran adalah materi pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan kurikulum. Bahan pelajaran dapat berupa buku teks, modul, sumber belajar lain, dan lingkungan belajar.
  • Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Metode pembelajaran dapat berupa ceramah, diskusi, praktikum, dan lain-lain.

Kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Pedoman penyelenggaraan pembelajaran. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.
  • Pengembangan potensi peserta didik. Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
  • Perwujudan tujuan pendidikan. Kurikulum berfungsi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • Kurikulum harus dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP). SNP merupakan acuan minimal yang harus dipenuhi oleh kurikulum.

Kurikulum juga harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, potensi daerah, dan tuntutan lingkungan.

Kurikulum merupakan komponen yang penting dalam sistem pendidikan. Kurikulum yang baik akan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.